Marathon Bimtek SIP BRMP Kalteng Rampung, Pulang Pisau Jadi Titik Akhir
PULANG PISAU — Rangkaian Bimbingan Teknis (Bimtek) Diseminasi Standar Instrumen Pertanian (SIP) yang digelar Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kalimantan Tengah akhirnya mencapai tahap penutup. Setelah menyasar Kecamatan Selat dan Kapuas Hilir di Kabupaten Kapuas, serta Kabupaten Kotawaringin Timur, kegiatan terakhir dilaksanakan di Kantor Kecamatan Pandih Batu, Desa Sanggang, Kabupaten Pulang Pisau (27/11/2025).
Seperti pada pelaksanaan sebelumnya, bimtek ini kembali menekankan pentingnya penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) di sektor pertanian, pengenalan sistem pertanian IndoGAP, serta sosialisasi Layanan Konsultasi Padi (LKP) v2.0 Seluruh materi disampaikan oleh tim BRMP Kalteng sebagai bagian dari upaya memperluas adopsi standar dan modernisasi praktik pertanian di tingkat lapangan.
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Desa Sanggang, para penyuluh pertanian, POPT, mantri tani, dan perwakilan kelompok tani dari seluruh desa di Kecamatan Pandih Batu.
Dalam sambutannya, perwakilan BRMP Kalteng, Adrial, menuturkan bahwa bimtek ini bukan hanya transfer pengetahuan, tetapi juga ruang konsultasi untuk membahas perubahan kebijakan pemerintah pusat dalam percepatan swasembada pangan. Ia menambahkan bahwa penyuluh ke depan akan terhubung langsung dengan Kementerian Pertanian sehingga aspirasi dan kendala petani dapat ditangani lebih cepat melalui jalur koordinasi yang lebih rapi.
Ketua BPP Pandih Batu, Supriyono, turut menyampaikan perkembangan positif di lapangan. Menurut dia, penurunan harga pupuk yang ditetapkan Menteri Pertanian memberi angin segar bagi petani dan berpotensi memperkuat produktivitas pada musim tanam berikutnya.
Kepala Desa Sanggang secara resmi membuka kegiatan dan berharap transfer informasi dari bimtek dapat membantu petani meningkatkan kualitas dan hasil produksi mereka.
Dengan tuntasnya rangkaian bimtek di Pulang Pisau, BRMP Kalteng menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat penerapan standar pertanian dan inovasi di daerah. Upaya ini diharapkan dapat mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan kontribusi Kalimantan Tengah terhadap capaian swasembada nasional.